SMKMultimedia di Demak. Daftar Sekolah Menengah Kejuruan SMK di Kabupaten Demak, Jawa Tengah yang mempunyai Kompetensi Keahlian / Jurusan Multimedia. SMK Al Ittihad Islamic Boarding School Wedung Alamat : Jl. KH. Fauzi Noor Gg Pp Al , Ittihad, Jungpasir, Kec Wedung, Kab Demak No. Telpon : 085640747207 NPSN : 20362282 : Akreditasi : B TRIBUNNEWSWIKICOM - SMK Syafii Akrom adalah sekolah menengah kejuruan berbasis pondok pesantren yang terletak di Pekalongan, Jawa Tengah. Para siswa yang belajar di sini tidak hanya mendapat ilmu pengetahuan umum saja, tetapi juga mendapat ilmu agama Islam. Terlebih SMK Syafii Akrom ini sekolah yang berbasis pondok pesantren. Programpengembangan pendidikan vokasi telah dilakukan AHM sejak 2010 dengan mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Astra Honda. Hingga Juni 2022, AHM mempunyai 715 SMK TBSM Astra Honda yang tersebar di 34 Provinsi di seluruh Indonesia. Di antara total sekolah binaan tersebut, AHM telah memiliki 84 Mijen Semarang, Jawa Tengah 50212. Website resmi: Kira-kira, sudah ada gambaran mau nyantri di Pondok Pesantren di Semarang yang mana? Oh ya, jika Anda tahu ada pondok bagus yang belum kami list, infokan di komentar ya! Baca Juga: Daftar 500 Pesantren Terbaik di Indonesia (REVIEW) Rekomendasi 7 Pesantren di Demak (2021) Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu. BANYWUANGI - Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani membuka Festival Kitab Kuning yang digelar di Masjid Kiai Saleh Lateng, Kelurahan Lateng, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Sabtu 10/6/2023. Pameran yang merupakan bagian dari Banyuwangi Festival B-Fest itu, menampilkan seratusan kitab-kitab peninggalan KH Kiagus Muhammad Sholih Syamsudin atau yang dikenal sebagai Kiai Saleh Lateng 1862-1952. Kitab-kitab yang dipamerkan bukan hanya hasil tulisan Kiai Saleh. Mayoritas justru kitab-kitab pengetahuan berbahasa Arab dan bertuliskan Jawa Pegon hasil tulisan ulama-ulama besar Tanah Air. Sebut saja di antaranya kitab tulisan KH Abdul Wahab Hasbullah yang dibuat sebelum pendirian Nahdlatul Ulama NU, naksah kuno tulisan tangan Raden Asnawi Kudus dan kitab-kitab langka lainnya. Bupati Ipuk mengatakan, pameran Festival Kitab Kuning diharapkan bisa menggaungkan kembali budaya mempelajari kitab kuning sebagai salah satu sumber ilmu pengetahuan di kalangan para santri. "Festival ini sebagai upaya merestorasi keilmuan hasil karya para ulama dari berbagai macam bidang ilmu pengetahuan," kata Bupati Ipuk. Menurutnya, banyak anak muda saat ini lebih memilih belajar keilmuan dari rujukan buku-buku yang ditulis oleh para pemikir barat. Tren tersebut perlu diimbangi dengan budaya membaca ilmu pengetahuan dari kitab-kitab Kuning. Sebab, kitab kuning bukan hanya berisi tentang ilmu-ilmu agama, melainkan juga hal-hal lain yang berkaitan dengan sejarah dan pemikiran para tokoh besar. "Ilmu-ilmu yang ada di kitab kuning harus kembali dihadirkan. Karena sekarang sudah jarang sekali orang mengikuti kegiatan pengajian yang membahas kitab kuning," sambungnya. Dengan demikian, Bupati Iuik berharap, pembelajaran kitab kuning akan mencetak generasi-generasi muda yang kuat keimanan dan keilmuannya. Kurator Pameran Festival Kitab Kuning, Ayung Notonegoro menambahkan, kitab-kitab yang dipamerkan merupakan koleksi Kiai Saleh yang tersimpan puluhan tahun dalam lemari. Kitab-kitab itu dieksplorasi dan dikaji ulang untuk menghidupkan kembali khazanah peninggalan Kiai Saleh. "Semoga cara ini akan menjadikan sumber amal jariyah bagi Kiai Saleh dan para ulama lain yang menuliskan karyanya. Juga mengukuhkan khazanah pengetahuan Islam Nusantara yang telah ditorehkan oleh para ulama tersebut bertahun-tahun silam," kata Ayung. Sekadar untuk diketahui, Kiai Saleh adalah ulama besar Banyuwangi. Ia juga intelektual Islam terkemuka sekaligus pejuang yang gigih. Kiai Saleh juga disebut sebagai salah satu pendiri Nadhlatul Ulama, sekaligus pernah menjadi Mustasyar PBNU pada 1928. Semarang, NU OnlineSMK Pesantren Se-Jawa Tengah memamerkan produknya dalam sebuah acara Pameran Produk SMK Berbasis Pesantren di halaman parkir Masjid Agung Jawa Tengah, Rabu-Jum’at 28-30/5. Pameran yang berlangsung 3 hari ini SMK Pesantren dari 10 kabupaten di Jateng yang meliputi Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Kebumen, Banjarnegara, dan Solo pameran ini juga diisi dengan demo produk, talkshow, job fair, festival rebana, dan akustik panitia Nur Muhammad menyatakan, kegiatan ini bertujuan menunjukkan kreativitas pesantren sebagai lembaga pendidikan.“Santri yang menempuh studi di SMK Pesantren mempunyai keahlian tanpa harus menanggalkan ciri khas pesantrennya,” ujar menambahkan, nilai plus lain selain keahlian mereka juga memiliki akhlak. “Semoga mereka ke depan berguna untuk agama dan bangsa melalui kreativitas dan perilaku luhur,” pungkasnya. Syaiful Mustaqim/Alhafiz K

smk berbasis pesantren di jawa tengah